Pencitraan

Malam ini yang kita bahas tentang pencitraan. Ternyata pencitraan bukan cuman dilakukan oleh pajabat negara melainkan semua orang. Pejabat biasanya melakukan politik pencitraan menjelang masa jabatannya mau expired. Tak lain dan tak bukan agar bisa kembali dipilih oleh masyarakat. Sangat mudah untuk menemui pebajat kita ketika akan ada pemilihan.- udah deh ngomong pejabat yang kerjanya cuman berebut kekuasaan, bikin sakit gigi ini tambah kumat aja.

Mungkin gue ga bakalan panjang lebar ngomoning ‘pencitraan. Inspirasi nulis kali ini datangnya dari Ipah. – Wait a minute, kok jadi gibah gini ya… Oke, diperhalus saja. Initinya di tuh nulis di personal message (ambil hape dulu) begini “Aduh mati lampu lg🙂 mau sholat magrip duluu :)” Padahal dia ga sholat, cuman nulis status doank. Hem… Jadi ingat si Lias, waktu bulan ramadhan kemaren juga dia update status kalo dia lagi tawarih, padahal dia ada kamarnya, nonton tv (gue tau karena gue juga ga taraweh dan juga nonton tv).

Dapat ditarik kesimpulan kalau mau melakukan pencitraan yang paling mengena ya, mengenai soal ibadah. Padahal ibadah yang baik itu kalau diketahui Tuhan dan hambanya saja. “Itu!” (niru gayanya pak Mario Teguh)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: