Cukup

Happiness doestn’t depend on what we have, but it does depend on how we feel towards what we have. We can be happy with little and miserable with much. (W. D. Hoard)

Kebahagiaan bukanlah ditentukan oleh apa yang kita miliki, tetapi ia ditentukan oleh bagaimana kita menikmati apa yang kita miliki. Kita bisa bahagia dengan memiliki yang sedikit, dan bisa sengsara dengan memiliki yang banyak

Alkisah ada seorang petani yang menemukan sebuah mata air ajaib. Mata air ini bisa mengeluarkan kepingan uang emas yang tak ternilai banyaknya. Tau ga ?, mata air ini bisa membuat si petani menjadi kaya raya seberapa pun yang diinginkannya, (gila ga’ tuh ?!, Mau Dunkz). Sebab kucuran uang emas ini baru akan berhenti ketika ia mengucapkan kata ”Cukup”. Nah, si petani pun terperangah melihat kepingan uang emas berjatuhan didepan hidungnya. Diambilnyalah beberapa ember untuk menampung ’uang kaget’ itu (dan ini bukan acara reality show loh ya!). Dan setelah semuanya penuh, dibawalah kegubuk mungilnya untuk disimpan disana. Kucuran uang terus mengalir sementara petani sibuk mengisi karungnya, seluruh tempayannya bahkan mengisi penuh seluruh rumahnya. Masih kurang ia menggali lubang lebih besar untuk menimbun emasnya, belum cukup ia pun membiarkan mata air itu terus mengalir hingga petani itupun mati tertimbun bersama ketamakannya karena ia tidak bisa berkata cukup. (nah, kalo gw yang jadi petani itu, ga’ bakalah segitu-gitunya deh,😉

Dan tau ga’ plend, bahwa usut punya usut, kata yang paling sulit diucapkan oleh manusia barangkali adalah kata cukup. Kapan kita merasa cukup ya ?? paling tidak berkata cukup. Hampir semua pegawai merasa gajinya belum dikatakan sepadan dengan kerja kerasnya. Pengusaha masih merasa pendapatan perusahaannya masih dibawah target. Isteri mengeluh suaminya kurang perhatian dan juga suami berpendapat isterinya juga kurang pengertian, hehe…. ’n Mahasiswa kayak kita selalu merasa kiriman atau uang saku dari orangtua masih kurang. Oupz…

Cukup bukanlah soal berapa jumlahnya, cukup adalah persoalan kepuasan hati. Cukup hanya bisa di ucapkan oleh orang yang mensyukuri dan tak perlu takut berkata cukup. Mengucapkan kata cukup bukan berarti kita berhenti berusaha dan berharap dan bukan berarti berhenti untuk berkarya pula, dan cukup jangan dikatakan kondisi stagnasi, mandeg dan berpuas diri. Ingatlah plend, mengucapkan kata cukup membuat kita melihat apa yang telah kita terima bukan apa yang belum kita dapatkan. Jangan biarkan kerakusan manusia membuat kita sulit berkata kata cukup, belajarlah mencukupkan diri dengan apa yang ada pada diri anda dan anda miliki saat ini, maka anda pun akan menjadi manusia yang berbahagia.  Jadi belajarlah hari ini untuk mengatakan kata cukup.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: